The Blog of Aditya Setiawan

JUST SHARE
mengapa layar AMOLED ga cocok dipake di resolusi rendah, ato dengan kerapatan/density kecil?? dan apakah yg menyebabkan yellow tint??

amoled biasanya pake pentile matrix, dimana tiap 2 pixel terdapat 4 sub-pixel RGBG (pada LCD biasa, tiap pixel terdapat 3 sub-pixel RGB)
nah sub-pixel warna biru dan merah punya tingkat kecerahan yg lebih rendah dibanding sub-pixel hijau, jadi ukurannya dibuat lebih besar daripada sub-pixel hijau…


akibat perbedaan ukuran sub-pixel„, jika dicermati baik2, layar amoled akan menampilkan kesan ‘grainy’ atau serasa resolusinya lebih rendah dibanding LCD, karena itu densitynya harus tinggi biar kualitas gambarnya tetap bagus…

kecuali pada layar amoled dengan kode “plus” (misal di galaxy SII), sudah tidak pake pentile matrix lagi, tapi pake yg biasa (3 sub-pixel RGB di tiap pixel)… jadi layarnya tetap tajam dan ga terkesan ‘grainy’

karena pada layar amoled, tiap pixel punya cahaya sendiri dan tidak menggunakan backlight„, untuk mengkompensasi tingkat kecerahan sub-pixel biru yg lebih rendah tadi (terutama pada amoled tanpa pentile matrix), sub-pixel biru ini harus diberi arus listrik yg lebih tinggi daripada sub-pixel merah/hijau…

dalam kondisi tertentu, entah akibat degradasi umur, akibat panas berlebih, produksi yg kurang sempurna, atau penyebab lain„, sub-pixel biru ini tidak mampu menghasilkan kecerahan yg setara dgn sub-pixel warna merah dan hijau, sehingga menghasilkan efek warna yg dinamakan “YELLOW TINT”

umumnya yellow tint akan semakin terlihat pada brightness rendah (20% misalnya), dan tidak terlihat di brightness tinggi

catatan: yellow tint juga bisa terjadi di layar amoled dgn pentile matrix, maupun LCD biasa….

—berdasar pengalaman setelah pake 2 device yg sama tapi 2 tipe layar beda (AMOLED v TFT), mengalami yellow tint, dan hasil googling—

Correct Me If I’m Wrong :D
Clock Aug 16th, 2012 Comments Comments
blog comments powered by Disqus