ASAditya Setiawan

Catatan

Cara Install Hermes Agent di WSL Windows: Panduan Waras untuk Manusia yang Terminalnya Suka Drama

Ada momen dalam hidup ketika manusia bertanya: “Bang, gimana caranya install Hermes di WSL Windows?”

Pertanyaan sederhana. Tapi auranya seperti mau membuka portal kecil di antara dua dunia: Windows yang rapi pakai jendela, dan Linux yang kalau error suka ngomong seperti dukun kernel habis minum kopi pahit.

Tenang. Kita bikin pelan-pelan. Anggap WSL itu kos-kosan Linux di dalam rumah besar bernama Windows. Hermes nanti jadi penghuni kos yang rajin: bisa diajak ngobrol, bantu coding, baca file, jalanin terminal, bikin catatan, bahkan kalau dikasih gateway bisa nongkrong di Telegram seperti admin warung digital yang tidak pernah minta THR.

1. Install WSL Ubuntu

Buka PowerShell sebagai Administrator. Ini penting. Kalau tidak admin, Windows bisa menatapmu seperti satpam mall: “Maaf, akses terbatas.”

wsl --install -d Ubuntu

Kalau diminta restart, ya restart. Jangan dilawan. Windows itu kalau minta restart kadang seperti mantan: kalau diabaikan, nanti muncul lagi di waktu yang lebih tidak tepat.

Setelah restart, cek WSL:

wsl -l -v

Pastikan Ubuntu jalan di WSL2. Kalau belum:

wsl --set-version Ubuntu 2

Masuk ke Ubuntu:

wsl

2. Update Ubuntu Biar Tidak Bau Gudang

Begitu masuk Ubuntu, update dulu. Ini seperti mandi sebelum interview. Tidak wajib secara kosmik, tapi sangat disarankan.

sudo apt update && sudo apt upgrade -y

Lalu install perkakas dasar:

sudo apt install -y curl git build-essential python3 python3-pip python3-venv pipx tmux unzip jq

Aktifkan path untuk pipx:

pipx ensurepath

Tutup terminal WSL, buka lagi, lalu cek:

pipx --version
python3 --version
git --version

Kalau semua keluar versi, berarti Ubuntu sudah mulai sadar diri dan siap diajak kerja.

3. Install Hermes Agent

Sekarang bagian inti. Jalankan installer Hermes:

curl -fsSL https://raw.githubusercontent.com/NousResearch/hermes-agent/main/scripts/install.sh | bash

Setelah selesai, reload shell:

source ~/.bashrc

Cek apakah Hermes sudah hidup:

hermes --version
hermes doctor

Kalau muncul versi dan hasil doctor, selamat. Hermes sudah lahir. Belum tentu langsung bijaksana, tapi setidaknya sudah bernapas di terminal.

Kalau command hermes belum kebaca, tambahkan path manual:

export PATH="$HOME/.local/bin:$PATH"
echo 'export PATH="$HOME/.local/bin:$PATH"' >> ~/.bashrc
source ~/.bashrc

4. Setup Hermes Pertama Kali

Jalankan wizard:

hermes setup

Atau langsung pilih model/provider:

hermes model

Di sini kamu bisa pilih provider sesuai amunisi:

  • OpenRouter
  • OpenAI
  • Anthropic
  • Google Gemini
  • OpenAI Codex OAuth
  • Custom OpenAI-compatible endpoint

Anggap provider itu seperti mesin motor. Hermes adalah rangkanya. Model AI adalah mesinnya. API key adalah bensinnya. Kalau bensin tidak ada, jangan marah kalau motornya cuma jadi pajangan spiritual.

5. Kalau Pakai API Key

Cek lokasi file environment:

hermes config env-path

Biasanya lokasinya:

~/.hermes/.env

Edit file itu:

nano ~/.hermes/.env

Contoh isi:

OPENROUTER_API_KEY=sk-xxxxx
OPENAI_API_KEY=sk-xxxxx
ANTHROPIC_API_KEY=sk-ant-xxxxx
GOOGLE_API_KEY=xxxxx

Simpan dengan Ctrl + O, Enter, lalu Ctrl + X. Ini ritual kecil yang kalau lupa bisa bikin manusia menatap terminal selama tiga menit sambil mempertanyakan hidup.

Cek lagi:

hermes doctor

6. Kalau Pakai OpenAI Codex Auth

Kalau mau pakai OAuth Codex:

hermes login --provider openai-codex

Ikuti link/device code yang muncul. Biasanya kamu akan login lewat browser, lalu balik lagi ke terminal dengan rasa percaya diri yang sedikit meningkat.

Cek status:

hermes status --all

7. Jalankan Hermes

Mode ngobrol normal:

hermes

Sekali tanya tanpa masuk mode interaktif:

hermes chat -q "halo, kamu bisa apa?"

Pakai model tertentu:

hermes chat --provider openrouter -m anthropic/claude-sonnet-4 -q "test"

Kalau jawabannya muncul, berarti Hermes sudah duduk manis di WSL. Kalau tidak muncul, jangan panik. Terminal kadang cuma butuh dipahami, seperti printer kantor dan manusia yang lapar.

8. Enable Tools

Hermes kuat karena tools. Tanpa tools, dia seperti teman pintar yang tangannya diikat lakban.

Buka menu tools:

hermes tools

Atau lihat list:

hermes tools list

Tool penting yang biasanya berguna:

  • terminal — jalanin command
  • file — baca/tulis file
  • web — cari dan ekstrak konten web
  • browser — otomasi browser
  • vision — analisa gambar
  • skills — load skill khusus
  • memory — ingatan jangka panjang
  • session_search — cari percakapan lama
  • delegation — pecah kerja ke subagent
  • cronjob — jadwal otomatis

Setelah ubah tools, mulai sesi baru:

hermes

Atau di dalam Hermes:

/new

9. Setup Gateway Telegram / Discord Opsional

Kalau mau Hermes nongkrong di Telegram, jalankan:

hermes gateway setup

Pilih Telegram, masukkan token bot dari BotFather. BotFather itu seperti notaris dunia Telegram: tidak banyak basa-basi, tapi kalau dia sudah kasih token, nasib botmu resmi tercatat di alam semesta.

Jalankan gateway foreground dulu buat test:

hermes gateway run

Kalau sudah oke, install jadi service:

hermes gateway install
hermes gateway start
hermes gateway status

10. Catatan Khusus WSL: Systemd

Kalau mau service lebih stabil di WSL, aktifkan systemd.

Edit file:

sudo nano /etc/wsl.conf

Isi:

[boot]
systemd=true

Dari PowerShell Windows:

wsl --shutdown

Masuk lagi:

wsl

Cek:

systemctl status

Kalau systemctl jalan, berarti WSL kamu sudah naik kelas: dari kontrakan sederhana menjadi apartemen Linux semi-furnished.

11. Folder Penting Hermes

Ini peta harta karunnya:

~/.hermes/config.yaml       # config utama
~/.hermes/.env              # API keys
~/.hermes/skills/           # skills
~/.hermes/sessions/         # history session
~/.hermes/logs/             # log gateway/error
~/.hermes/auth.json         # OAuth/auth

Edit config:

hermes config edit

Lihat path config:

hermes config path

12. Command Penting

hermes doctor
hermes status --all
hermes model
hermes config
hermes config edit
hermes tools list
hermes skills list
hermes update

Kalau bingung harus mulai dari mana, jalankan hermes doctor. Dia seperti dokter umum terminal: belum tentu menyembuhkan semua luka batin, tapi minimal tahu mana dependency yang pilek.

13. Troubleshooting Umum

Hermes: command not found

export PATH="$HOME/.local/bin:$PATH"
echo 'export PATH="$HOME/.local/bin:$PATH"' >> ~/.bashrc
source ~/.bashrc

Gateway mati kalau WSL ditutup

Ini normal. WSL bukan VPS 24 jam. Kalau Windows sleep, WSL bisa ikut tidur. Untuk bot Telegram/WhatsApp yang harus hidup 24 jam, pakai VPS.

WSL cocok untuk belajar, develop, test, dan ngobrol pribadi dengan Hermes. VPS cocok untuk operasional yang tidak boleh ikut ngantuk ketika laptop ditutup.

Permission aneh kalau project di /mnt/c

Lebih baik simpan project di filesystem Linux:

mkdir -p ~/projects
cd ~/projects

Hindari kerja berat di:

/mnt/c/Users/...

Bisa jalan, tapi kadang lebih lambat dan permission-nya suka punya jiwa seni abstrak.

Rangkuman Cepat

wsl --install -d Ubuntu
sudo apt update && sudo apt upgrade -y
sudo apt install -y curl git build-essential python3 python3-pip python3-venv pipx tmux unzip jq
pipx ensurepath
curl -fsSL https://raw.githubusercontent.com/NousResearch/hermes-agent/main/scripts/install.sh | bash
source ~/.bashrc
hermes setup
hermes doctor
hermes

Penutup: Dari Terminal, Kita Belajar Sabar

Install Hermes di WSL itu bukan sekadar memasang software. Ini seperti membangun markas kecil di dalam laptop: ada Linux, ada tools, ada model AI, ada memory, ada gateway, dan ada harapan kecil bahwa pekerjaan besok bisa sedikit lebih ringan.

Kalau berhasil, kamu punya agent pribadi di Windows yang bisa bantu baca file, jalanin command, riset, coding, bikin automation, dan kadang menyelamatkan malam dari debugging yang rasanya seperti mencari kunci motor di dasar samudra.

Dan kalau gagal di tengah jalan? Santai. Terminal memang kadang seperti hidup: error dulu, paham kemudian. Yang penting jangan panik, baca log, ulang pelan-pelan, dan jangan lupa minum air putih. Karena bahkan agent paling canggih pun belum tentu bisa menyelamatkan manusia yang lupa hidrasi.